"Dummy Project" adalah tempat di mana saya bebas bereksperimen dengan berbagai ide dan teknologi baru sesuai dengan keinginan serta minat saya. Ini adalah area personal untuk pertumbuhan dan pembelajaran, di mana saya mencoba hal-hal yang mungkin di luar zona nyaman saya atau sekadar untuk mengasah kemampuan yang sudah ada.
Peran: Eksplorator, Pembelajar Mandiri
Tools: Beragam (tergantung proyek)
Tipe Proyek: Eksperimen, Latihan, Prototyping
Tahun: Berkelanjutan
Ini adalah area untuk eksplorasi dan eksperimen saya dalam berbagai bidang untuk mengasah skill:
Roots of Civilization adalah sebuah perayaan atas asal mula dan fondasi kehidupan. Karya ini menggambarkan figur yang bersemayam dengan damai, terhubung secara spiritual dengan rahim yang menjadi sumber dari segala sesuatu yang tumbuh dan bersemi. Setiap jahitan melambangkan kekuatan feminin yang menjadi akar dari peradaban manusia, sebuah narasi tentang penciptaan dan ketahanan yang diukir dari benang dan kain. Ini adalah pengingat bahwa di dalam setiap diri wanita terdapat kekuatan suci untuk melahirkan, bukan hanya kehidupan, tetapi juga sebuah warisan.
Dirajut menggunakan benang sulam alami di atas kain blacu, karya ini menggabungkan teknik tradisional dengan desain kontemporer.
Dalam tata bahasa, tanda titik koma (semicolon) adalah sebuah jeda, bukan akhir dari sebuah kalimat. Ia melambangkan bahwa penulis bisa saja mengakhirinya, tetapi memilih untuk melanjutkan. Lukisan ini adalah representasi visual dari pilihan itu—pengingat bahwa kisah hidup bisa terhenti sejenak, namun tidak harus berakhir. Garis denyut nadi yang terus berlanjut memperkuat pesan harapan dan ketahanan diri ini, merayakan keputusan untuk terus melangkah.
Dilukis menggunakan cat akrilik di atas kanvas ukuran 15 x 15, karya ini menggabungkan elemen abstrak dan figuratif untuk menciptakan narasi visual yang mendalam.
Karya ini adalah sebuah perayaan bagi tubuh sebagai wadah kehidupan. Dengan garis-garis sederhana, ia menggambarkan bagaimana kekuatan dan keindahan sejati bersemi dari dalam diri. Bukan sekadar raga, namun ruang subur bagi jiwa untuk tumbuh dan menemukan jalannya sendiri, bebas dari batasan. Ini adalah pengingat visual bahwa kita semua adalah kebun yang menunggu untuk mekar.
Digambar menggunakan drawing pen di atas kertas HVS A4.
Dibuat dengan gaya line art yang sederhana namun kuat, setiap goresan menangkap esensi paling ikonik dari sang kapten. Senyum lebarnya yang khas, mata yang menyipit karena kegembiraan, serta topi jerami kesayangannya. Karya ini bukan sekadar gambar, melainkan sebuah perayaan visual dari semangat petualangan dan kebahagiaan yang tak pernah padam dari Monkey D. Luffy.
Digambar menggunakan drawing pen di atas kertas HVS A4.